Wednesday, 30 December 2015

Cara Membuat Jadwal Pelajaran Sekolah Otomatis

Bagaimana cara membuat Jadwal Pelajaran Sekolah Otomatis? Membuat jadwal pelajaran atau mengatur jadwal mengajar guru bukanlah hal yang gampang dan mudah karena butuh ketelitian dan hati-hati agar tidak terjadi kesalahan dan saling tumpang tindih jam pengajaran guru-guru, dan tentu ini sangat membutuhkan waktu yang lama, Sekarang ini jaman teknologi berkembangan dengan pesat sekali sehingga banyak sekali pekerjaan-pekerjaan yang dahulunya memerlukan waktu dan hari yang banyak kini sudah bisa di kerjakan dalam waktu yang singkat dan waktu yang sedikit.
membuat jadwal pelajaran otomatis, software Aplikasi Jadwal Pelajaran Sekolah untuk SD, SMP, SMA

Untuk mengerjakan tugas membuat jadwal pelajaran yang serba manual tersebut saat ini sudah gampang anda lakukan ya semua ini berkat adanya bantuan tools-tools ataupun aplikasi dan software yang bisa membantu pekerjaan kita semua, salah satu contoh aplikasi atau software yang bisa membantu pekerjaan dinas anda yang mempunyai jabatan sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum adalah aSc TimeTables yang bisa membuat atau mengatur jadwal pelajaran agar tidak terjadi tumpang tindih dan bentrok.

aSc TimeTables adalah sebuah program untuk membuat jadwal pelajaran secara otomatis. Software ini dapat membantu kita terutama PKS Kurikulum yang sering kebingungan saat menemui jadwal beberapa guru yang bentrok. Dengan software ini, kita hanya perlu memasukkan nama guru, kelas, dan mata pelajaran serta menentukan hari atau jam yang tidak bisa diisi oleh para guru, selanjutnya jadwal akan otomatis dibuat oleh software ini tanpa ada kekhawatiran akan bentroknya jam mengajar.

aSc TimeTables berbentu exe sehingga anda cukup instal di laptop atau komputer kerja anda dan siap melakukan tugas anda, sementara SYSTEM REQUIREMENT untuk program ini adalah:
– Minimum Windows XP
– Intel Pentium 4
– RAM 512 MB

Oke langsung saja ambil aplikasinya disini http://www.asctimetables.com

Friday, 7 August 2015

Pola Pengajaran Dalam Menghadapi Tantangan Masa Depan

metode pembelajaran yang efektif, cara belajar mendidik murid
Dalam menghadapi tantangan masa depan, anak peserta didik mulai harus di terapkan pola pengajaran yang bisa Berpikir kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif. Jika dulu pendidikan lebih menekankan pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, maka pendidik masa depan adalah pendidik yang mampu membaca perubahan zaman. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, empat pola pengajaran tersebut sifatnya adalah mengajarkan, menginspirasi, dan menggerakkan. Jika seorang guru dapat melakukan empat pola ini, secara tidak langsung mengajak siswa untuk melihat tantangan masa depan.

Dalam kesempatan pertemuan yang dihadiri oleh 500 pendidik dan tenaga kependidikan, di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (03/08/2015), menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan, "Guru yang menjadi teladan untuk berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif sangat dibutuhkan bagi para guru masa depan,"

Masih dalam kesempatan yang sama Mendikbud menekankan, berbicara mengenai pendidikan tidak selalu berbicara administratif, tetapi juga berbicara pendidkan dalam arti luas. Guru diharapkan dapat selalu berinteraksi dengan baik kepada para siswa. Dengan adanya interaksi yang baik antara guru dan siswa, maka para siswa akan meneladani dengan melihat apa saja yang dilakukan gurunya.

Mendikbud berharap, pelatihan yang diselenggarakan oleh LPMP ataupun lembaga pelatihan lainnya dapat mengambil peran dengan memasukkan dalam materi pelatihan tentang berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. "Jika itu diterapkan dalam pemberian materi pelatihan, maka menjadi bagian dari menciptakan guru masa depan. Selain itu juga penekanan interaksi baik antara guru dan siswa menjadi kunci keberhasilan dalam proses belajar mengajar," kata Mendikbud.

Thursday, 14 May 2015

Aplikasi Dapodikmen Terbaru

Dalam rangka meningkatkan Kualitas dan kelengkapan data satuan pendidikan tiap sekolah di negeri indonesia ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Menegah telah menciptakan Aplikasi gratis yaitu Aplikasi Dapodikmen.
download aplikasi dapodikmen terbaru

Aplikasi Dapodikmen dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah sesuai dengan Instruksi Menteri no.2 Tahun 2011 tentang Kegiatan Pengelolaan Data Pendidikan. Dikembangkan dengan semangat Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Data. Aplikasi ini berfungsi untuk menjaring data pokok pendidikan (Satuan Pendidikan, Peserta Didik, serta Pendidik dan Tenaga Kependidikan) yang akan dimanfaatkan dalam berbagai kebijakan pendidikan yaitu BOS, Bansos, Tunjangan, UN, dan lain-lain.

Aplikasi Dapodikmen ini disediakan secara gratis oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah yang mana bisa anda unduh/download melalui situs resminya yaitu http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id berikut link Aplikasi Dapodikmen Instalasi dan link Aplikasi Dapodikmen Update Terbaru.

Aplikasi Dapodik Versi 8.1.0 (Pertama)
Tanggal Rilis: 2014-10-27
Untuk Sistem Operasi: Windows XP / Vista / 7 / 8 / 8.1
Download Installer Aplikasi Dapodikmen Versi 8.1.0

Dapodikmen Updater 8.1.2 (Kedua)
Tanggal Rilis: 01/12/2014
Untuk Sistem Operasi: Windows XP / Vista / 7 / 8 / 8.1
Download Aplikasi Dapodikmen Versi 8.1.2

Dapodikmen Updater 8.1.3 (KeTiga)
Tanggal Rilis: 03/02/2015
Untuk Sistem Operasi: Windows XP / Vista / 7 / 8 / 8.1
Download Aplikasi Dapodikmen Versi 8.1.3





Monday, 4 May 2015

Informasi Sertifikasi Guru melalui PPGJ Tahun 2015

panduan sertifikasi guru,informasi sertifikasi guru 2015
Sertifikasi Guru yang diterapkan pada tahun anggaran 2007 s.d. 2014 yang dilaksanakan melalui program PLPG dan portofolio telah berakhir pada 2014. Untuk selanjutnya, mulai tahun ini sertifikasi guru hanya akan diberikan melalui program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPGJ) yang dilaksanakan selama setahun.

Tahun 2015 ini giliran guru yang diangkat mulai dari 2005 hingga 2015 disertifikasi. Teknis pelaksanaan sertifikasi diubah untuk mendongkrak kualitas guru. Istilah untuk program sertifikasi untuk guru pun mengalami perubahan. Menurut Kepala Badan Pengembangan SDM Pendidikan, Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kemendikbud Syawal Gultom, bahwa istilah program sertifikasi untuk guru yang diangkat sebelum 2005 adalah Sertifikasi Guru (Sergur) Dalam Jabatan. Sedangkan untuk guru-guru yang diangkat mulai 2005 hingga 2015, dipakai istilah Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan.

Sebagai bahan atau sebagai pedoman bagi para guru, kami sampaikan Alur Sertifikasi Guru melalui Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan Tahun Anggaran 2015 menurut Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru melalui Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan Tahun 2015.

Alur sertifikasi guru melalui PPGJ Tahun 2015:
- Guru calon peserta sertifikasi guru melalui PPGJ mengikuti seleksi administrasi yang dilakukan oleh dinas pendidikan provinsi/ kabupaten/kota.
- Semua guru calon peserta sertifikasi guru melalui PPGJ yang telah memenuhi persyaratan administrasi diikutkan dalam seleksi akademik berbasis data hasil Uji Kompetensi (UKA dan UKG).
- Bagi peserta yang lulus seleksi akademik dilanjutkan dengan penyusunan RPL.
- Bagi guru yang telah memiliki RPL setara dengan 10 SKS atau lebih ditetapkan sebagai peserta workshop di LPTK. Sedangkan guru yang sudah mencapai sekurang-kurangnya 7 SKS dapat melengkapi kekurangan RPL tersebut dengan durasi waktu maksimal 20 hari sejak diumumkan.
- Workshop dilaksanakan selama 16 hari (168 JP) di LPTK meliputi kegiatan pendalaman materi, pengembangan perangkat pembelajaran, Penelitian Tindakan Kelas (PTK)/Penelitian Tindakan layanan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dan peer teaching/peer counceling yang diakhiri dengan ujian tulis formatif (UTF) dengan instrumen yang disusun oleh LPTK penyelenggara. Peserta sertifikasi guru melalui PPGJ yang lulus UTF akan dilanjutkan dengan melaksanakan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) di sekolah tempat guru bertugas. Bagi peserta sertifikasi guru melalui PPGJ yang tidak lulus UTF, diberi kesempatan mengikuti UTF ulang maksimum 2 (dua) kali dan apabila tidak lulus setelah 2 (dua) kali mengikuti ujian ulang, dikembalikan ke dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota untuk memperoleh pembinaan dan dapat langsung diusulkan kembali untuk mengikuti workshop pada tahun berikutnya.
- PKM dilaksanakan di sekolah selama 2 bulan (di luar libur antar semester) dengan kegiatan-kegiatan sesuai tugas pokok guru yang meliputi penyusunan perangkat pembelajaran (RPP/RPPBK), melaksanakan proses pembelajaran/layanan konseling/layanan TIK, implementasi PTK/PTBK, melaksanakan penilaian, pembimbingan, dan kegiatan persekolahan lainnya.
- Peserta sertifikasi guru melalui PPGJ yang lulus uji kinerja dan UTN akan memperoleh sertifikat pendidik, sedangkan peserta yang belum lulus, diberi kesempatan mengulang sebanyak 2 (dua) kali untuk ujian yang belum memenuhi syarat kelulusan. Bagi peserta yang tidak lulus pada ujian ulang kedua, peserta dikembalikan ke dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota untuk memperoleh pembinaan dan dapat diusulkan mengikuti PKM tahun berikutnya.

Terkait kegiatan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) di sekolah tempat guru bertugas, kami sampaikan beberapa tata tertib dan atau rambu-rambu pelaksanaan PKM adalah seperti berikut:
- Kegiatan PKM dilaksanakan di sekolah tempat guru bertugas.
- Beban belajar PKM 14 SKS dengan durasi waktu 2 bulan, dengan ekivalen waktu 10 jam per hari.
- Supervisi dilakukan sebanyak 2 (dua) kali oleh guru inti atau pengawas/kepala sekolah yang ditunjuk.
- Peserta PKM wajib melaksanakan dan membuat laporan PTK/PTBK sesuai dengan format dan waktu yang ditentukan dan
disahkan oleh kepala sekolah dan dipublikasikan di perpustakaan/ruang baca sekolah.
- Uji kinerja dilaksanakan di akhir PKM oleh Asesor LPTK Penyelenggara dan guru inti (supervisor setempat), peserta wajib menyerahkan perangkat pembelajaran (RPP/RPPBK) yang akan dipraktikkan pada saat uji kinerja.
- Peserta yang belum lulus ujian kinerja, diberikan kesempatan menempuh ujian ulang maksimum 2 (dua) kali.
- Uji kinerja dilaksanakan di sekolah cluster dan penetapannya disesuaikan dengan kondisi geografis setempat dan/atau disesuaikan dengan KKG dan MGMP.
- Ujian Tulis Nasional yang dinamakan juga dengan UTN dilaksanakan secara online dan untuk daerah tertentu (yang tidak ada fasilitas penunjang secara online) digelar secara offline.

Dalam Pedoman sertifikasi guru tahun 2015, ditentukan bahwa Guru yang dapat mengikuti Sertifikasi harus memenuhi Persyaratan Sertifikasi Guru 2015 sebagai berikut:
- Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
- Guru yang belum memiliki sertifikat pendidik dan masih aktif mengajar di sekolah di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kecuali guru Pendidikan Agama.
- Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari perguruan tinggi yang memiliki program studi yang terakreditasi atau minimal memiliki ijin penyelenggaraan, bagi perguruan tinggi swasta dibuktikan dengan surat keterangan akreditasi dari kopertis setempat. Bagi guru PNS yang memperoleh ijazah S-1 ketika sudah menjadi guru, dibuktikan dengan surat ijin belajar atau tugas belajar dari dinas pendidikan/pejabat yang berwenang, sedangkan bagi guru bukan PNS, dibuktikan dengan surat pernyataan dari ketua yayasan bahwa yang bersangkutan mengikuti studi lanjut ke S-1/DIV.
- Guru bukan PNS pada sekolah swasta yang memiliki SK pengangkatan sebagai guru tetap dari penyelenggara pendidikan (guru tetap yayasan/GTY) minimum 2 tahun secara terus menerus yang dibuktikan dengan SK Guru Tetap Yayasan, sedangkan guru bukan PNS pada sekolah negeri harus memiliki SK pengangkatan dari Bupati/Walikota/Gubernur/Pejabat yang berwenang.
- Pada tanggal 1 Januari 2016 belum memasuki usia 60 tahun.
- Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter. Jika peserta diketahui sakit pada saat datang untuk mengikuti workshop yang menyebabkan tidak mampu mengikuti kegiatan workshop, maka LPTK berhak meminta pemeriksaan ulang terhadap kesehatan peserta tersebut. Jika hasil pemeriksaan kesehatan menyatakan peserta tidak sehat, LPTK berhak menunda atau membatalkan keikutsertaan yang bersangkutan dalam workshop.
- Guru yang telah memiliki sertifikat pendidik (Sertifikasi kedua).

Monday, 13 April 2015

Ujian Nasional (UN) 2015 Memakai Berbasis Komputer

Ujian Nasional di tahun 2015 ini menjadi topik yang hangat sekali, karena ada sesuatu yang beda dengan pelaksanaan Ujian nasional tahun 2015 yaitu Ujian Berbasis komputer bisa di bilang ini seperti cara pelaksaan Tes pegawai negeri beberapa bulan yang lalu juga menggunakan sistem komputer. Bisa di bilang pelaksanaan ujian nasional 2015 ini adalah suatu kemajuan pesat dalam rangka mengikuti perkembangan teknologi khususnya Internet apalagi sekarang ini sudah banyak yang menggunakan kemajuan teknologi ini seperti yang di pakai dalam Cara Daftar Online PMDK Politeknik Negeri se-Indonesia, namun bisa juga di bilang suatu langkah yang terlalu cepat karena tidak semua sekolah di Negeri ini memiliki fasilitas dan perlengkapan yang bisa mendukung pelaksaan ujian berbasis komputer tersebut.

cara mudah ujian nasional berbasis komputer, cara agar cepat selesaikan ujian nasional online
Hal ini seperti yang di sampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyatakan bahwa sekolah yang siap menggelar ujian nasional (UN) berbasis computer atau Computer Based Test (CBT) masih di bawah satu persen. Dari 70.000 lebih sekolah, kata dia, baru 585 sekolah yang dinyatakan siap menerapkan UN CBT.

"Setelah kami cek di lapangan kesiapan fasilitas, guru, siswa yang dinyatakan siap itu 585 sekolah. Jadi hanya di tempat yang dia siap sebagai uji coba itu kira-kira di bawah satu persen. Dari 70.000 lebih sekolah yang menggelar UN, itu enggak sampai 600 yang siap uji coba," kata Anies di Istana Wakil Presiden Jakarta, Rabu (8/4/2015).

Menurut Anies, ada kurang lebih 720 sekolah yang mengajukan diri untuk melaksanakan UN berbasis komputer. Kemendikbud kemudian melakukan pengecekan kesiapan masing-masing sekolah. Pengecekan dilakukan di antaranya dengan menghitung ketersediaan komputer di sekolah tersebut. Suatu sekolah dinyatakan siap menggelar UN berbasis komputer jika rasio perbandingan jumlah komputer dengan siswanya adalah 1 : 3.

"Jadi sekolah itu rasio komputernya satu komputer untuk tiga siswa. Jadi kalau satu angkatan di satu sekolah ada 100 siswa, berarti minimal ada 35 komputer. Kalau ada lebih, maka bisa kita kerjakan," ujar Anies. Di samping itu, sekolah yang ingin menerapkan UN berbasis komputer harus memiliki jaringan internal yang menghubungkan komputer-komputer dengan server. Belum lagi ketersediaan operator jaringan di sekolah yang juga harus diuji terlebih dulu kemampuannya.

"Kemudian diuji sistemnya, jalan dengan baik apa tidak, skill operator network bisa mengelola dengan baik apa tidak. Setelah diverifikasi, terpilih 585, yang ajukan 720 lebih," tutur Anies. Ia juga menyampaikan bahwa UN berbasis komputer akan membawa keuntungan tersendiri, di antaranya efisiensi waktu dan biaya. Di samping itu, lanjut Anies, pelaksanaan UN pun bisa lebih akurat.

"Anak-anak kemarin itu uji coba menghemat 30 menit dibandingkan menggunakan kertas karena mereka tidak harus melingkari. Jika mereka break, waktunya enggak hilang. Jadi mereka break, ya pause saja, waktunya muter lagi, dan kalau pun ada masalah, misal listrik mati atau komputer hang, yang sudah dikerjakan akan tersimpan, tidak hilang, ketika dia nyala lagi, dia mulai lagi yang belum dikerjakan," kata Anies.

iklan

 

Copyright © Berbagi Informasi Seputar Dunia Pendidikan. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com